Lompat ke isi utama

Berita

Alumni Piloting SKPP Asal Sumatera Selatan, Nunik Susilawati Hadiri Deklarasi Solo

Alumni Piloting SKPP Asal Sumatera Selatan, Nunik Susilawati Hadiri Deklarasi Solo

Solo, Bawaslu Sumsel – Bawaslu Republik Indonesia mengadakan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Nasional Gelombang II Tahun 2022 di Solo, Jawa Tengah Rabu (30/11).

Salah satu peserta yang diundang untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut adalah Nunik Susilawati, alumni piloting Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) asal kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan.

Pada kegiatan tersebut menghasilkan Deklarasi Solo. Anggota Bawaslu Lolly Suhenty berpesan agar deklarasi ini menjadi momentum untuk seluruh pihak siap kerja bersama menyukseskan Pemilu 2024.

“Dengan deklarasi yang dihasilkan ini seluruh pemantau dari segenap organisasi dan lembaga bisa bersatu padu menciptakan pengawasan yang semakin ketat. Srikandi pengawasan itu juga berharap deklarasi ini dapat menciptakan perubahan sosial bagi para peserta menemukan visi, tim kerja, dan jaringan yang kuat,” ungkapnya di sela pembukaan kegiatan P2P.

"Deklarasi Solo ini dan sebelumnya Deklarasi Semarang menjadi momentum awal yang telah kita ciptakan untuk kerja berkolaborasi awasi Pemilu 2024," ujar Lolly, Rabu (30/11/2022) malam.

Dalam rangkaian acara ini, perwakilan peserta serentak membacakan Deklarasi Solo yang berisikan:

1. Siap berkolaborasi dalam forum bersama untuk memperkuat jaringan pengawasan partisipatif pada Pemilu Tahun 2024.

2. Menolak politik uang, politisasi Suku Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan disinformasi/hoax.

3. Siap mendukung peran Bawaslu dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu Tahun 2024.

4. Siap menjadi mitra Bawaslu jika terdapat dugaan pelanggaran pemilu

5. Menjadi garda terdepan dalam mengawal jalannya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, berintegritas & inklusif.

Sebagai informasi, P2P gelombang II di Solo, Jawa Tengah diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri dari berbagai elemen seperti kader pengawas partisipatif, pemantau pemilu, organisasi kepemudaan dan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, kelompok masyarakat adat, serta organisasi disabilitas. Sejak 2018, Bawaslu berhasil mengkader pengawas partisipatif sebanyak 25.241 (daring dan luring).

Dalam kesempatan tersebut alumni piloting SKPP Nunik Susilawati mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan Bawaslu. Menurutnya, sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dalam kepemiluan, kesukarelaan dan pengawasan partisipatif.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertajam pengawasan partisipasi masyarakat dalam pemilu 2024 dan juga dapat menyebarkan vaksin vaksin pengawasan ke seluruh elemen masyarakat, sehingga virus2 kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu dapat di lumpuhkan sehingga tercipta pemilu yang LUBER JURDIL akuntabel, berintegritas dan Inklusif.

"Disini banyak ilmu baru yang kami dapat. Semua peserta sangat berterimakasih atas kesempatan yang diberikan, semoga kita bisa menularkan hal positif ini ke teman-teman yang lain," pungkas Nunik.

 

[Humas Bawaslu Sumsel]

Sumber : bawaslu.go.id

Editor : Muhammad Mizan Adil

Fotografer : Humas Bawaslu RI, dokumentasi Nunik Susilawati

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle