Bawaslu Sumsel Dorong Akurasi Data Pemilih Demi Pemilu Bersih
|
Palembang, Bawaslu Sumsel – Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan menghadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 yang digelar di Aula KPU Sumsel, Senin (6/7/2026). Agenda ini menjadi momentum penting untuk memastikan kualitas data pemilih tetap terjaga dengan baik.
Anggota Bawaslu Sumsel, Massuryati, menegaskan bahwa akurasi data pemilih bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral. Ia mengatakan, ketika sebuah data pemilih keliru atau tidak diperbarui, ada hak konstitusional warga negara yang berisiko terabaikan.
“Kita punya kewajiban menjaga data agar Sumsel lebih baik kedepan. Kalau ada data yang tidak valid, mari kita benahi bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Ketua Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi, menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan sejak dini. Ia menyoroti pentingnya validitas dan kemutakhiran data sebagai fondasi menghadapi Pemilu 2029. “Data yang akurat itu kunci. Karena menyangkut perencanaan jangka panjang, maka sejak sekarang kita tindak lanjuti agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tuturnya.
Naafi juga mengingatkan bahwa dinamika regulasi bisa saja berubah. Ia menyinggung kemungkinan revisi Undang-Undang Pemilu yang dapat memasukkan kembali kategori pelanggaran terstruktur dan sistematis. “Kita tidak tahu nanti bagaimana revisi UU Pemilu. Bisa saja ada aturan baru yang lebih ketat. Karena itu, antisipasi harus dilakukan sejak sekarang agar kita tidak terjebak dalam pelanggaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa laporan hasil kajian akurasi data akan diteruskan hingga ke Bawaslu RI untuk ditindaklanjuti. Harmonisasi dengan regulasi baru, termasuk KUHP, menjadi bagian dari proses penguatan hukum. “Ke depan, dugaan perencanaan atau permulaan pelanggaran bisa saja masuk kategori tindak pidana. Maka penting bagi kita menjaga data sejak awal,” tambahnya.
Pleno PDPB ini menjadi pengingat bahwa validitas data pemilih adalah pondasi utama demokrasi. Dengan langkah antisipatif yang dilakukan, Bawaslu Sumsel berharap kualitas pemilu mendatang semakin terjaga dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi tetap kuat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda Sumatera Selatan, Jajaran KPU Sumatera Selatan, serta KPU Kabupaten Kota Se-Sumatera Selatan.