Bedah Buku “Mewujudkan Pemilu Bermartabat”, Naafi Tekankan Pentingnya Rekrutmen Penyelenggara yang Berintegritas
|
Palembang, Bawaslu Sumsel - Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKU Timur menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul "Mewujudkan Pemilu Bermartabat: Evaluasi dan Pengawasan dalam Proses Rekrutmen Penyelenggara Pemilu" secara daring. Acara yang menghadirkan sang penulis buku, Dr. Ahmad Naafi, S.H., M.Kn., ini dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026).
Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Naafi mengungkapkan bahwa buku ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan krusial dalam proses rekrutmen penyelenggara pemilu. Beberapa di antaranya meliputi politisasi rekrutmen, potensi intervensi elit politik dan kepentingan partisan, lemahnya objektivitas seleksi akibat risiko nepotisme serta primordialisme, hingga tantangan kesenjangan kompetensi dan efektivitas pengawasan.
“Penulisan buku ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya integritas penyelenggara pemilu, mengevaluasi sistem rekrutmen yang ada guna mengidentifikasi celah penyimpangan, serta merumuskan model seleksi yang lebih transparan, objektif, akuntabel, berbasis kompetensi, dan berbasis teknologi,” kata Naafi.
Naafi melanjutkan, buku ini juga diharapkan memberikan banyak manfaat bagi berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah dan legislator, lembaga penyelenggara (KPU, Bawaslu, dan DKPP), akademisi, mahasiswa, masyarakat sipil, media massa, calon penyelenggara pemilu, hingga masyarakat umum dalam meningkatkan pendidikan politik.
“Fokus utama yang dibedah dalam buku ini adalah menjembatani antara teori hukum pemilu (ius constituendum) dan praktik di lapangan (ius constitutum), yang mencakup koherensi aturan, tantangan digitalisasi dan perlindungan data, serta penguatan akuntabilitas proses untuk melindungi hak pilih warga negara,” ucapnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kabupaten OKU Timur, Denis Firmansyah. Serta hadir sebagai panelis Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi Sumatera Selatan Handoko, Anggota Badan Supervisi LPS dan Dosen STIA Satya Negara Palembang Eko Kusnadi, serta Anggota KPU Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Apriandi.