Bedah Pelanggaran Pemilu: Bawaslu Sumsel Dorong Penguatan Pengawasan
|
Palembang, Bawaslu Sumsel – Plt Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Naafi, menghadiri diskusi publik yang digelar Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir melalui Zoom Meeting pada Senin (6/7/2026). Acara bertajuk “Bedah Pelanggaran Pemilu: Tren, Modus, dan Proyeksi Penegakan Hukum Pemilu ke Depan” ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kapasitas pengawas Pemilu.
Dalam sambutannya, Ahmad Naafi menekankan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pengawasan maupun penindakan pelanggaran Pemilu. “Diskusi ini bukan sekadar ajang bertukar pikiran, tetapi juga langkah konkret agar Bawaslu semakin siap menghadapi tantangan Pemilu mendatang,” ujarnya.
Sebagai pengantar diskusi, Ahmad Naafi menegaskan bahwa forum ini bukan hanya sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk memperdalam pemahaman terhadap dinamika pelanggaran Pemilu. Ia menambahkan, kesiapan pengawas dalam membaca tren dan modus pelanggaran akan sangat menentukan kualitas demokrasi di masa mendatang. “Kita harus mampu belajar dari pengalaman sebelumnya, agar setiap tahapan Pemilu ke depan berjalan lebih tertib dan berintegritas,” ucapnya.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Plt Kepala Biro Fasilitasi Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu RI, Maria Amelia Sinaga, sebagai pembicara utama. Ia mengapresiasi inisiatif Bawaslu Ogan Ilir yang menyediakan ruang diskusi di masa nontahapan Pemilu. Menurutnya, forum ini menjadi kesempatan berharga untuk mengidentifikasi hambatan yang pernah muncul dalam penyelenggaraan Pemilu sebelumnya.
“Dengan memahami tren dan modus pelanggaran, kita bisa lebih sigap menyusun strategi penegakan hukum ke depan. Langkah ini penting agar pengawasan tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif,” tutur Maria Amelia.
Diskusi publik ini menegaskan komitmen Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi. Melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas, diharapkan pengawasan Pemilu di Sumatera Selatan semakin efektif, transparan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bawaslu kabupaten/kota maupun Provinsi se-Indonesia, kader pengawas partisipatif, serta pegiat Pemilu.