Bawaslu Sumsel Ajak Perguruan Tinggi Kawal Demokrasi Lewat Debat
|
Palembang, Bawaslu Sumsel - Bawaslu Sumsel melakukan sosialisasi ajang Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi Tahun 2026 di kantor Bawaslu Sumsel, Rabu (22/7/2026). Dalam sambutannya, Plt. Ketua Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk memperluas pemahaman publik serta memacu partisipasi aktif mahasiswa di Indonesia dalam mengawal kualitas demokrasi di Indonesia.
“Pada tahun 2026, Bawaslu mengangkat tema Penguatan Lembaga Bawaslu dalam Penegakan Hukum Pemilu. Tema ini dipilih untuk menggali pemikiran kritis, kajian hukum, serta gagasan inovatif dari mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengenai penguatan peran dan fungsi Bawaslu,” kata Naafi.
Melalui sosialisasi dan pelaksanaan debat ini, Naafi menyebutkan Bawaslu telah menetapkan empat tujuan strategis. Empat tujuan strategis tersebut adalah sosialisasi peran dan fungsi Bawaslu kepada masyarakat luas, meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kepemiluan di Indonesia, mendorong diskursus penegakan hukum pemilu di kalangan akademis, dan membangun budaya demokrasi di kalangan generasi muda bangsa.
Melalui sosialisasi ini, Naafi juga berharap ada universitas yang dapat mewakili Provinsi Sumatera Selatan. Dengan mengikuti ajang debat ini, tentunya akan mengharumkan nama universitas dan daerah.
“Dengan demikian, ajang Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ini diharapkan mampu melahirkan gagasan segar dari mahasiswa untuk memperkuat peran Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi. Partisipasi aktif perguruan tinggi akan menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam mengawal kualitas pemilu di Indonesia,” tutup Naafi.
Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sumsel, Heriyanto; perwakilan mahasiswa dari Universitas Sriwijaya, Universitas Sjahyakirti, UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Palembang, Universitas Taman Siswa, dan STISIPOL Candradimuka.