“Menembus Atap Kacaâ€, Kisah Inspiratif Massuryati Berkarier Di Bidang Kepemiluan
|
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sumsel Massuryati saat menjadi narasumber pada kegiatan Bedah Buku “Srikandi Mengawasi Pemilu: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024” di The Lerina Hotel Nusa Dua, Bali, Selasa (16/9/2025).
Bali, Bawaslu Sumsel - Menjadi perempuan pejabat publik tidaklah mudah. Meskipun upaya untuk memaksimalkan inklusivitas dalam tataran pejabat publik sudah dilakukan lewat berbagai regulasi, tetapi pengarusutamaan gender sulit dioptimalkan. Sebagai perempuan satu-satunya di dalam formasi Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sumsel Massuryati langsung mengalami hal ini.
Massuryati menceritakan mengenai pengalaman kerjanya yang sudah lebih kurang dua dekade berkarier di bidang kepemiluan. Baginya, beban kerja sebesar ini sudah bukan kejutan. Akan tetapi, ia membayangkan ada perempuan lain yang berkeinginan mengabdikan dirinya pada bidang kepemiluan, tentunya ia mengerti kesulitan yang akan dialami.
“Terutama jika perempuan tersebut memiliki keluarga—suami dan anak yang harus senantiasa diurus. Hambatan seperti ini jarang dibicarakan. Padahal, ketika kita berada di dalam sistem ini, hambatan tersebut sangat mengganjal. Inilah “atap kaca” yang selalu saya, dan ribuan perempuan yang berkarier lainnya rasakan,” ucapnya pada saat menjadi narasumber pada kegiatan Bedah Buku “Srikandi Mengawasi Pemilu: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024” di The Lerina Hotel Nusa Dua, Bali, Selasa (16/9/2025).
Menurut Massuryati, diperlukan pendekatan lebih terstruktur agar perempuan dapat mengisi posisi strategis dan sebagai pengambil keputusan. “Selain pemberitan kuota afirmasi 30 persen, dibutuhkan juga program mentorship serta latihan kepemimpinan bagi perempuan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi strategis pada kelompok perempuan. Dengan jumlah pemilih perempuan yang signifikan, ia melihat bahwa jumlah perempuan sangat besar, tetapi antusiasme mereka cenderung lebih rendah dibanding pemilih laki-laki. Upaya untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam Pemilu dan Pilkada 2024 telah Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan lakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan kampanye.
Bagi Massuryati, perempuan memiliki kualitas dan keunggulan yang unik dalam pelaksanaan Pemilu, seperti ketelitian dan kepekaan yang mendalam. Sebagai contoh, dalam proses pemantauan logistik surat suara, perempuan selalu lebih hati-hati dalam mendata barang-barang penting yang datang.
Di sisi lain, saya juga sangat mendukung pencalonan perempuan dalam kontestasi Pemilu dan Pilkada 2024, baik sebagai calon legislatif maupun calon eksekutif. Upaya ini bertujuan agar perempuan yang maju sebagai calon tidak hanya sekedar memenuhi kuota 30 persen yang diatur oleh regulasi yang ada, tetapi juga memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni sebagai pemimpin yang berperspektif gender.
“Dengan semakin banyaknya perempuan yang terlibat dalam berbagai aspek pemilu, diharapkan peran mereka semakin diakui sebagai bagian integral dari demokrasi yang sehat,” tutup Massuryati.

Penulis: Annisa K
Editor: Ilham
Foto: Humas Bawaslu RI