Anderson Ingatkan Pentingnya Pembentukan Karakter Bagi ASN yang Disiplin dan Adaptif
|

Kepala Sekretariat Bawaslu Sumsel Anderson saat mengikuti Pembukaan Latihan Dasar (Latsar)bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bawaslu Tahun 2025 yang digelar oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Rl secara daring, Senin(25/8/2025).
Palembang, Bawaslu Sumsel - Kepala Sekretariat Bawaslu Sumsel Anderson ingatkan pentingnya pembentukan karakter bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disiplin dan adaptif. Hal tersebut Anderson sampaikan pada saat mengikuti Pembukaan Latihan Dasar (Latsar)bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bawaslu Tahun 2025 yang digelar oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Rl secara daring, Senin(25/8/2025).
"Tujuan latsar ini adalah untuk membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan berkarakter dengan menginternalisasi nilai-nilai ASN Berakhlak (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif," ucap Anderson.
Selain itu, latsar ini juga bertujuan membekali CPNS dengan kemampuan sikap, perilaku, dan kompetensi dasar untuk menjadi pelayanan publik yang mumpuni, serta menanamkan semangat bela negara dan kesetiaan kepada negara. "Manfaat dari latsar ini adalah meningkatkan kemampuan CPNS dalam berbagai bidang sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai ASN. Harapannya, CPNS Bawaslu Sumsel dapat mengaktualisasikan nilai-nilai seperti efektivitas, efisiensi, dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan,"
Lebih lanjut, ia mengatakan latsar ini merupakan syarat wajib bagi CPNS untuk dapat menjadi PNS. "Jadi, jika masih CPNS gaji yang didapatkan masih 80%, dan apabila sudah menjadi PNS, maka akan mendapatkan gaji sebesar 100%," katanya.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam sambutannya turut memberikan semangat kepada para peserta latsar. Ia berharap, dengan latsar ini akan melahirkan ASN yang memahami secara utuh tugas dan fungsi ASN, serta menumbuhkan kedisiplinan dalam bekerja.

"Bawaslu merupakan lembaga yang memiliki tugas bersentuhan langsung dengan proses demokrasi, pendekatannya pun harus kontekstual. Maka dari itu, harapannya Lembaga Administrasi Negara (LAN) dapat memberikan pelatihan lanjutan yang lebih spesifik pada aspek teknis dan strategis pemilu," tutupnya.

Penulis: Annisa K
Foto: Ilham/Annisa