BAHAS PENGELOLAAN SAMPAH LOGISTIK PEMILU, BAWASLU SUMSEL TERIMA AUDIENSI PMKRI
|
Ketua Bawaslu Sumsel Kurniawan saat menerima audiensi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Ruang Rapat Bawaslu Sumsel, Jum'at (13/10/2023).
Palembang, Bawaslu Sumsel – Ketua Bawaslu Sumsel Kurniawan terima audiensi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) terkait pengelolaan sampah logistik pemilu. Ia mengapresiasi ide tersebut mengingat akan banyaknya sampah logistik pemilu tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi gagasan-gagasan dari adik-adik PMKRI. Bawaslu sendiri telah berupaya untuk tetap melakukan pengawasan pengelolaan sampah bekas logistik pemilu agar tidak merusak lingkungan,” Ujar Kurniawan saat menyambut audiensi di Ruang Rapat Bawaslu Sumsel, Jum’at (13/10/2023).
Masalah sampah logistik pemilu seperti surat suara, kotak suara, dan baliho perlu menjadi perhatian bersama agar tidak merusak lingkungan sekitar.
“Berdasarkan penelitian, pada tahun 2019 terdapat 20 juta ton sampah bekas pemilu termasuk baliho yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, kami ingin mengajak Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu untuk bersinergi bersama kami dalam mewujudkan Pemilu 2024 yang ramah lingkungan,” ujar Andreas Amanda selaku Ketua Presidium PMKRI.
Menanggapi hal tersebut, Kurniawan mendukung sepenuhnya pemilu ramah lingkungan. Sampah logistik pemilu akan kembali menjadi limbah yang berlawanan dengan narasi pemilu yang ramah lingkungan serta membahayakan lingkungan hidup. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bawaslu telah membuat regulasi yang mengatur pengawasan pemilu ramah lingkungan yang termuat dalam Pasal 2 Perbawaslu 5/2022 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu.
“Pelaksanaan pengawasan pemilu berbasis ramah lingkungan dilakukan dengan memperhatikan pelindungan fungsi lingkungan hidup dan prinsip pelindungan serta pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutup Kurniawan.
Penulis : Annisa Karimah
Editor : Bobby Aditya Nugraha
Foto : Bobby Aditya Nugraha