Bawaslu Empat Lawang Dorong Pengawasan Partisipatif Hadapi Pemilu 2029
|
Empat Lawang, Bawaslu Sumsel – Bawaslu Kabupaten Empat Lawang menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” pada Kamis (04/06/2026). Acara yang berlangsung di kantor Bawaslu Empat Lawang tersebut menghadirkan Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Ardiyanto, sebagai pemateri utama.
Kegiatan tersebut diikuti beragam elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga warga umum yang peduli terhadap penguatan demokrasi. Program ini menjadi salah satu strategi Bawaslu untuk memperluas partisipasi publik dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.
Perwakilan Bawaslu Empat Lawang menegaskan, pengawasan partisipatif adalah bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. “Masyarakat hadir sebagai mitra pengawas. Kehadiran mereka bisa memperkuat fungsi pengawasan sekaligus mencegah potensi pelanggaran sejak awal,” ujarnya.
Ardiyanto menekankan bahwa tantangan pemilu ke depan akan semakin kompleks seiring dinamika politik, perkembangan teknologi, dan ketatnya kompetisi antar peserta. Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan lembaga resmi, tetapi harus melibatkan masyarakat secara aktif. “Semakin banyak warga yang peduli dan ikut mengawasi, semakin besar peluang kita mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” kata Ardiyanto.
Ia juga menyoroti kerawanan klasik yang masih menghantui setiap pemilu, yakni praktik politik uang. Ardiyanto mengingatkan bahwa politik uang bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi merusak kualitas demokrasi. “Suara rakyat jangan ditukar dengan uang atau imbalan sesaat. Pilihan masyarakat menentukan masa depan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Ardiyanto mengajak peserta untuk aktif melawan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang kerap menyebar melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi. Dengan melibatkan berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga media massa—Bawaslu berharap pendidikan politik dan kepemiluan dapat semakin mengakar di masyarakat. Harapannya, Pemilu 2029 benar-benar menjadi pesta demokrasi yang bermartabat dan bebas dari praktik curang.