Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sumsel Luncurkan Buletin dan Buku Jati Diri Pengawas Pemilu

Bawaslu Sumsel Luncurkan Buletin dan Buku Jati Diri Pengawas Pemilu

PALEMBANG, BAWASLU SUMSEL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meluncurkan buku Jati Diri Pengawas Pemilu dan bulletin Bawaslu edisi I, Kamis (14/2). Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan halaman depan kedua produk tersebut oleh komisioner Bawaslu Sumsel.

Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto mengatakan ada tiga fungsi dari penerbitan buletin dan buku oleh Bawaslu Sumsel. Fungsi pertama, adalah fungsi informatif. “Saya lihat di dalam buletin ada informasi-informasi yang kita butuhkan. Info yang akan sangat berguna bagi kita semua,” ujar Iin.

Fungsi kedua buletin, lanjut Iin, adalah sarana edukasi. Dalam buletin ada pelajaran berharga bagi pengawas pemilu, terkait pengawasan, penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, yang menjadi tugas sehari-hari Bawaslu.

“Kita dapat belajar dari situ, dan kita dapat menganalisis dan kita dapat menerapkan apa yang ditulis tersebut,” tukasnya.

Adapun fungsi yang ketiga adalah fungsi sosialiasi. Buletin menjadi sarana sosialiasi kegiatan dan program yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu. Sehingga masyarakat bisa memahami, bahwa pengawas pemilu terus melakukan kerja-kerja pengawasan.

“Tren sosialiasi melalui medua buletin ini harus dilanjutkan,” kata Iin yang sempat berkiprah sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Palembang.

Selain ketiga fungsi tersebut, lanjut Iin, ada tiga peran yang bisa dilakukan melalui media cetak. Ketiga peran tersebut yakni Pembangunan Kelembagaan, Eksplorasi dan Inovasi dan pembangunan sumber daya manusia.

Anggota Bawaslu Sumsel Koordinator Divisi Hukum Humas, Data dan Informasi Iwan Ardiansyah mengatakan berharap intensitas penerbitan buletin dan buku Bawaslu Sumsel lebih ditingkatkan lagi. Selain itu, dia juga meminta agar segmen pembacanya lebih luas.

“Saya berharap buletin bisa terbit tiap bulan. Kalau dananya tidak ada atau minim, gunakan format digital. Selain lebih hemat secara anggaran, segmen pembacanya bisa lebih luas,” kata Iwan.

Anggota Bawaslu Sumsel Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Syamsul Alwi, mengungkapkan kehadiran buletin dan buku Bawaslu Sumsel sudah lama dicita-citakan. Sejak awal menjadi komisioner Bawaslu Sumsel, mereka menginginkan agar ada media yang bisa menjadi corong Bawaslu dalam menyampaikan sosialiasi kepada masyarakat, dan mempublikasikan kinerja pengawas pemilu.

“Alhamdulillah sekarang bisa diwujudkan. Kalau sebelumnya, susah mendapatkan referensi mengenai apa yang dilakukan Bawaslu,” kata Syamsul.

Sementara anggota Bawaslu Sumsel, koordinator divisi SDM dan Organisasi Yenli Elmanoferi menyebut keberadaan buku dan buletin Bawaslu akan menjadi dokumen penting dan maqam para pengawas pemilu di Sumsel. Terbitnya kedua produk tersebut, menurut mantan Ketua KPU Kota Pagaralam itu juga jadi sejarah bagi Bawaslu Sumsel.

“Ke depan, kami berharap agar insting jurnalistik jajaran Bawaslu di Sumatera Selatan lebih dipertajam lagi. Mungkin bisa diadakan pelatihan jurnalistik, dengan mengundang professional sebagai narasumber,” ujar Yenli menyarankan.

Sementara anggota Bawaslu Sumsel Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar-Lembaga Junaidi mengingatkan agar kekeliruan pada terbitan pertama kedua produk tersebut diperbaiki. Selain itu dia meminta agar segara mempersiapkan artikel untuk edisi berikutnya. (jri)

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle