Bawaslu Sumsel Sebut Pentingnya Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Cegah Pelanggaran Pemilu 2029
|

Plh. Ketua Bawaslu Sumsel Massuryati saat membuka kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan dalam Membangun Kesadaran Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu Tahun 2029 di Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (26/8/2025).
Palembang, Bawaslu Sumsel - Plh. Ketua Bawaslu Sumsel Massuryati menekankan pentingnya pembinaan dan penguatan kelembagaan sebagai langkah preventif dalam mencegah pelanggaran Pemilu 2029. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pengawas partisipatif demi menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
“Bawaslu membutuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut andil dalam mengawasi proses pemilu agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” ucap Massuryati saat membuka kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan dalam Membangun Kesadaran Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu Tahun 2029 di Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (26/8/2025).
Ia melanjutkan, Bawaslu berkomitmen untuk mengawal demokrasi Indonesia lebih baik. Meskipun sudah tidak ada tahapan pemilu, peran Bawaslu Sumsel kepada masyarakat harus selalu hadir. Bawaslu Sumsel tetap melakukan kegiatan yang bersifat sosialisasi, penguatan kelembagaan, dan pendidikan politik.
Dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, tentu tidak semudah menjentikkan jari. Ada proses yang harus kita lakukan agar tujuan dari pendidikan politik ini tercapai.
“Sebelum Pemilu 2029, Bawaslu Sumsel sudah mulai melakukan pembinaan baik secara internal, antar instansi, partai politik, hingga antar lembaga,” katanya.
Tanpa support dari berbagai elemen masyarakat, Bawaslu tidak bisa berjalan dengan lancar. “Pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu tentu sangat terbatas. Dengan jumlah pimpinan Bawaslu yang hanya berjumlah 5 (lima) orang, dimana harus mengawasi 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan. Tentunya kami membutuhkan bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Narasumber kegiatan yang bertujuan Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam pemilu serta meningkatkan kapasitas dan peran kelembagaan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk Menguatkan sinergi antar-lembaga serta mendorong partisipasi aktif masyarakat menuju Pemilu 2029 yang demokratis adalah Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A. (Rektor UIN Raden Fatah Palembang), Dian Permata (pegiat politik), Ahmad Nazir Noviadi, S.Psi., M.Si. (Anggota DPR RI Komisi II), dan Dr. Muhammad Sadi Is, S.HI., M.H. (Dosen UIN Raden Fatah Palembang).
Terakhir, Massuryati mengajak untuk membangun Provinsi Sumatera Selatan lebih maju sesuai kapasitas masing-masing peserta. “Berikanlah kontribusi terbaik untuk kemajuan Sumatera Selatan,” tutupnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Sumsel Ahmad Naafi dan Muhammad Sarkani, Kepala Sekretariat Anderson, pejabat struktural dan jajaran sekretariat, serta peserta eksternal dari perwakilan organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan media.



Penulis: Ilham
Editor: Annisa K
Foto: Ilham