Bawaslu Terima Audiensi Lembaga Kajian Strategis Center for Demoracy and Civilization Studies (CDCS)
|
Palembang, Bawaslu Sumsel – Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto didampingi komisioner Bawaslu Sumsel Junaidi, Syamsul Alwi dan Yenli Elmanoferi menerima audiensi dari Lembaga Kajian Stategis Center of Democracy and Civilization Studies (CDCS) di ruang rapat Bawaslu Sumsel Senin (3/5/2021).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir kabag pengawasan Abdul Rahim beserta staf sekretariat Bawaslu Sumsel.

Center for Democracy and Civilization Studies (CDCS) adalah Lembaga pemikir strategis di bidang politik, demokrasi dan peradaban yang berdiri pada tahun 2019 di Sumatera Selatan.
Latar belakang berdirinya CDCS sendiri disebabkan oleh minimnya Lembaga kajian khususnya di bidang politik di Sumatera Selatan. Saat ini CDCS dipimpin oleh Alip D.Pratama selaku Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Center for Democracy and Civilization Studies.

Dalam kesempatan bertatap muka secara langsung dengan komisioner Bawaslu Sumsel, Alip didampingi oleh tim CDCS yaitu Rahmat, Junaidi dan Ihksan. CDCS sendiri Sebagian besar beranggotakan para akademisi profesional dan aktivis di Sumatera Selatan.
Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto menyambut baik kedatangan CDCS sebagai mitra Bawaslu dalam usaha memberikan Pendidikan politik di masyarakat.

“Saya berharap CDCS bisa bersinergi dan berdiskusi bersama Bawaslu terkait dengan isu-isu politik dalam usaha penegakkan demokrasi khususnya di provinsi Sumatera Selatan,” ujar Iin.
Anggota Bawaslu Sumsel Junaidi menambahkan “Lembaga kajian yang membahas demokrasi di tingkat pusat memang sudah banyak, namun di daerah memang masih sangat minim” ungkapnya.

“Saya berharap CDCS mampu berkembang dan menjadi lembaga kajian yang berperan aktif dalam membangun demokrasi khususnya di bumi sriwijaya,” lanjut Junaidi
Kepala Sekolah CDCS Rahmat mengungkapkan salah satu permasalahan yang disoroti oleh CDCS adalah terkait dengan berita hoaks.
Menurutnya, Masyarakat di Sumsel sendiri masih tergolong mudah terpapar berita hoaks, hal inilah salah satunya yang menjadi concern CDCS untuk membantu mengurai akar masalahnya dan memberikan saran solutif agar tidak mudah terpapar berita hoaks.
Kordiv Penyelesaian Sengketa Syamsul Alwi juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran CDCS, diharapkan CDCS dapat semakin berkembang menjadi Lembaga kajian strategis yang dipercaya publik.

Sebagai penutup, dalam kaitannya Bawaslu dan CDCS, Kordiv SDM dan Organisasi Yenli Elmanoferi mengibaratkan sebuah cermin.
Bawaslu memiliki cermin datar yang dapat melihat pengawasan dari kacamata internal Bawaslu, namun Bawaslu juga membutuhkan cermin cembung untuk melihat pengawasan dari sisi lain.

CDCS diharapkan dapat menjadi cermin cembung itu untuk memberikan saran dan masukan guna perbaikan pengawasan Bawaslu kedepan.
“Bawaslu juga butuh cermin cembung untuk melihat pengawasan dari sisi lain, tentu ini sebagai perbaikan pengawasan Bawaslu kedepannya,” tutup Yenli.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan cindera mata dari Bawaslu dan CDCS serta foto bersama.

[Humas Bawaslu Sumsel]