Lompat ke isi utama

Berita

Demi Tugas Panwascam, Ibu Rumah Tangga ini Rela Tinggalkan Anak Sakit

Demi Tugas Panwascam, Ibu Rumah Tangga ini Rela Tinggalkan Anak Sakit

Muratara, Bawaslu Sumsel - Menjadi anggota Panwascam bukan hanya harus siap fisik, mental dan wawasan tapi juga harus kuat jauh dari keluarga. Pasalnya, sebagai pengawas Pemilu, terkadang jam kerja Panwascam tak kenal waktu. 

Hal ini menjadi pembahasan saat tes wawancara Panwascam di Sekretariat Bawaslu Muratara, (20/10/22). Seperti yang dialami Veni calon Panwascam asal Karang Dapo. Usai tes wawancara calon Panwascam Muratara. Pada kesempatan itu dia ditanya oleh  Penguji dari Bawaslu Sumsel terkait integritas dan kesanggupan menjalankan tugas Panwascam. 

"Penguji bertanya, bagaimana bila anak sedang sakit, pada saat tugas pengawasan,  mana yang harus diprioritaskan?, " tuturnya.

Sebagai seorang ibu, hal ini adalah pilihan yang sulit, namun sebelum memutuskan mendaftar Panwascam,  dia sudah memahami kosekuensi yang harus dihadapi. 

"Saya mendapat support dari keluarga untuk bergabung di Panwascam, yang siap menghandle tugasnya di rumah. Keluarga bukan hanya suami, ada saudara orang tua dan kerabat yang lain," tutur ibu rumah tangga ini.

Dia mengakui, tugas Panwascam tidak mengenal waktu dan lebih banyak di lapangan. "Tapi saya sudah mempersiapkan diri untuk semua itu," katanya.

Dia berharap pada bisa diterima bergabung sebagai Panwascam.

"Usaha telah dilakukan, rangkaian prosesnya sudah dilalui mulai dari pemberkasan seleksi CAT dan terakhir tes wawancara. Tinggal menunggu hasilnya, semoga lulus, kalaupun tidak dapat nomor 1 nomor 3 jadilah," guraunya.

Seperti diketahui, tes wawancara calon Panwascam Muratara dilakukan oleh Bawaslu Sumsel Yenli Elmanoferi , SE MSi (ketua) didampingi anggota Syamsul Alwi S.Sos, MSi, Kurniawan SPd dan Ahmad Naafi, SH MKN.

Anggota Bawaslu Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi mengatakan, seleksi ini dilakukan untuk memilih orang yang benar-benar siap menjadi Panwascam di Sumsel.

"Bukan hanya siap keilmuan, tapi juga harus siap fisik, mental dan dapat bekerja sama dalam tim, " katanya

Kedepannya Bawaslu akan fokus pada meningkatkan kapasitas dalam hal penyelidikan, mengawasi proses-proses tahapan pemilu.

Mengawasi pergerakan orang-orang yang akan melakukan politik uang, politisasi SARA, hoax dan yang lainnya tentu butuh strategi jitu. 

"Jangan sampai calon Panwascam nanti memiliki rekam jejak yang justru terlibat dalam situasional tersebut, " katanya. 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle