Lompat ke isi utama

Berita

DETEKSI DINI GANGGUAN KEAMANAN TAHAPAN PEMILU, BAWASLU SUMSEL TERIMA KUNJUNGAN DIT INTELKAM POLDA SUMSEL

DETEKSI DINI GANGGUAN KEAMANAN TAHAPAN PEMILU, BAWASLU SUMSEL TERIMA KUNJUNGAN DIT INTELKAM POLDA SUMSEL

Palembang, Bawaslu Sumsel – Ketua Bawaslu Sumsel Yenli Elmanoferi menerima kunjungan Kepala Sub Direktorat Intelkam Polda Sumsel, AKBP M. Syobirin bersama tim dalam rangka silaturahmi dan koordinasi terkait sinergitas dalam upaya deteksi dini gangguan keamanan Tahapan Pemilu 2024 Selasa (07/03/2023).

Dalam agenda kunjungan ini Bawaslu Sumsel dan Polda Sulmsel membahas terkait hasil Indeks Kerawanan Pemilu yang dilaunching oleh Bawaslu RI. Selain itu dibahas pula tentang potensi kerawaanan yang akan terjadi di tahapan Pemilu sampai tahapan pemungutan suara di 14 Februari 2024.

Ketua Bawaslu Sumsel menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini, Yenli meyakini kunjungan ini akan semakin mempererat hubungan kelembagaan kedua lembaga. Selain itu hasil diskusi dari pertemuan ini diharapkan jadi upaya deteksi dini dan pemetaan serta meminimalisir potensi-potensi gangguan keamanan dan ketertiban pada tahapan Pemilu.

“Setelah konsolnas yang dihadiri oleh Pak Jokowi, presiden menyampaikan empat arahan. Pertama, terkait pemetaan potensi masalah dan berbagai kemungkinan terjadinya pelanggaran, kedua mengenai antisipasi pencegahan, ketiga agar Bawaslu bekerja cepat, dan keempat mengenai pengawasan partisipatif,” jelas Yenli dihadapan Jajaran Dit Intelkam Polda Sumsel.

Pria yang pernah menjabat sebagai ketua KPU Pagaralam tersebut menambahkan secara umum IKP provinsi Sumatera Selatan masuk pada kategori rawan sedang, namun terdapat satu kabupaten yaitu Banyuasin yang masuk pada kategori rawan tinggi sehingga perlu menjadi perhatian khusus.

Namun hal lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah potensi polarisasi masyarakat. Hal ini juga perlu mendapat perhatian penuh dalam rangka menjaga stabilitas dan suasana kondusif dalam setiap tahapan pemilu.

“Meskipun IKP Provinsi Sumatera Selatan secara umum masuk kategori rawan sedang, namun hasil IKP di kabupaten Banyuasin perlu mendapat perhatian serius agar kejadian di pemilu 2019 tidak terulang,” ungkap Yenli.

“Selain itu, kami berharap Polda sumsel dapat bersinergi bersama Bawaslu Sumsel dalam upaya melakukan pencegahan-pencegahan terutama potensi terjadinya polarisasi di masyarakat. Agar stabilitas dan suasana kondusif dalam setiap tahapan pemilu dapat terjaga,” tambahnya.

AKBP M. Syobirin dalam kesempatan tersebut menyampaikan siap mendukung Bawaslu Sumsel dalam upaya menghadirkan rasa aman kepada penyelenggara pemilu untuk melaksanakan tugas-tugas kepemiluan dengan sebaik-baiknya.

“Kepolisian siap mendukung Bawaslu dalam melaksanakan tugas-tugas kepemiluan, oleh karena itu jika terdapat informasi gangguan keamanan terhadap pelaksanaan tahapan pemilu mohon kiranya kami juga diberitahu sehingga dapat melakukan langkah-langkah antisipasi,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut anggota Bawaslu Sumsel Kurniawan, Ahmad Naafi , jajaran staf di lingkungan sekretariat Bawaslu Sumsel dan juga jajaran Dit Intelkam Polda Sumsel.

 

[Humas Bawaslu Sumsel]

Editor : Muhammad Mizan Adil

Fotografer : Bobby Aditya Nugraha

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle