Ketua Bawaslu Sumsel Paparkan Penanganan Laporan Pelanggaran Pilkada Serentak pada Video Conference bersama KPU, Bawaslu dan Kejaksaan via Daring
|
Palembang, Bawaslu Sumsel - Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto menghadiri kegiatan Video Conference Kajati Sumatera Selatan bersama Bawaslu dan KPU Provinsi Sumatera Selatan yang diadakan di ruang Vicon Kajati Lantai 2 Kejaksaaan Tinggi Sumatera Selatan Rabu 8 Juli 2020.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kajati Sumsel ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga jelang Pilkada tahun 2020. Seluruh elemen perwakilan Pimpinan Kejaksaan Negeri serta Komisioner Bawaslu dan Komisioner KPU Kabupaten Penyelenggara Pilkada Tahun 2020 mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan yang diadakan via daring ini dibuka oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Dr. Wisnu Baroto, SH., M.Hum. Hadir menjadi narasumber Dra. Kelly Mariana selaku Ketua KPU Provinsi Sumatera Selatan, Iin Irwanto, ST., MM selaku Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan serta Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumsel Harli Siregar, SH., MH. Wakajati Sumsel Oktovianus, SH., MH turut hadir memandu kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya terkait penanganan laporan pelanggaran pilkada serentak tahun 2020, Iin menyampaikan potensi-potensi pelanggaran yang mungkin terjadi saat pilkada mendatang diantaranya politik uang, kampanye hitam, penyalahgunaan wewenang oleh petahana serta netralitas ASN.
"Politik uang dan kampanye hitam menjadi potensi pelanggaran yang dipredikasi akan terjadi oleh karena itu Bawaslu mengedepankan fungsi pencegahan dengan mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan politik uang dan kampanye hitam melalui himbauan-himbauan. Penyalahgunaan wewenang oleh petahana dan terkait netralitas ASN juga menjadi fokus pengawasan petugas kami," ungkap Iin.
Bawaslu bersama Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu telah berkordinasi dan berkomitmen untuk melakukan tugasnya yaitu melakukan penegakkan Hukum terkait pilkada tahun 2020 ini. Tentu melalui kordinasi dan sinergitas diharapkan dapat terwujud pilkada yang kondusif seperti yang diharapkan. (Humas Bawaslu Sumsel)