Lompat ke isi utama

Berita

Massuryati Ceritakan Menembus Atap Kaca dan Mengawal Partisipasi Aktif Perempuan di Sumsel

Massuryati Ceritakan Menembus Atap Kaca dan Mengawal Partisipasi Aktif Perempuan di Sumsel

Anggota Bawaslu Sumsel Massuryati saat menjadi pembicara dalam live Instagram spesial Srikandi Bicara dengan tema Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pemilu oleh Bawaslu RI (12/1/2025).

Palembang, Bawaslu Sumsel – Menjadi perempuan pejabat publik tidaklah mudah. Meskipun upaya untuk memaksimalkan inklusivitas dalam tataran pejabat publik sudah dilakukan, tetap saja pengarusutamaan gender itu sulit dioptimalkan. 

 

Sejatinya, sudah ada regulasi yang mengatur tentang keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen. Akan tetapi, realitanya perempuan memiliki banyak sekali hambatan dan rintangan untuk mencapai posisi yang sama seperti laki-laki.

 

“Ada beberapa kondisi, terkadang perempuan disisi lain tidak dianggap. Meskipun secara kompetensi akademik kita memiliki kemampuan itu, ada keberanian juga pada diri kita. Tetapi Perempuan tetap saja dinomorduakan. Jadi, atap kaca inilah yang harus ditembus oleh Perempuan-perempuan Indonesia. Alhamdulillah untuk periode ini, jumlah penyelenggara pemilu perempuan di Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 12 perempuan yang tersebar di 17 kabupaten/kota,” ucap Srikandi Pengawasan kelahiran Ogan Komering Ilir tersebut saat menjadi pembicara dalam live Instagram spesial Srikandi Bicara dengan tema Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pemilu oleh Bawaslu RI (12/1/2025).

 

Dengan keterlibatan aktif 12 perempuan penyelenggara pemilu ini, lanjutnya,  pengarusutamaan gender ini, alhamdulillah sudah mulai terkuak, terbuka atap kacanya. Perempuan sudah mulai masuk di ranah strategis.

 

Bagi Massuryati, Perempuan memiliki kualitas dan keunggulan yang unik dalam pelaksanaan pemilu, seperti ketelitian dan kepekaan yang mendalam. Misalnya, dalam proses pemantauan logistic surat suara, perempuan selalu lebih hati-hati dalam mendata barang-barang penting yang datang.

 

“Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Bawaslu Sumatera Selatan selalu melibatkan berbagai kelompok perempuan dalam pengawasan pemilu. Organisasi perempuan, kelompok mahasiswa, kelompok pemilih pemula, kelompok marginal, hingga ibu-ibu pemilik usaha kecil menengah (UMKM) sering kami pilih sebagai mitra dalam kegiatan sosialisasi Pemilu bagi pemilih perempuan,” sambungnya.

 

Terakhir, ia mengatakan melalui pengawasan partisipatif dan keterlibatan aktif sebagai peserta pemilu, perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan yang signifikan di tingkat akar rumput maupun tingkat lanjutan.

 

“Saya yakin, keberlanjutan kampanye dan sosialisasi seperti yang telah kami lakukan di Pemilu dan Pilkada Sumatera Selatan perlu terus ditingkatkan. Dengan begitu, kita sebagai pengampu tanggung jawab konstitusional, dapat memastikan bahwa perempuan memiliki ruang yang setara dalam demokrasi. Siapapun dapat mendorong peningkatan Pemilu. Agenda ini baiknya tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga momentum memperkuat peran strategis perempuan dalam membangun bangsa,” tutupnya.

Penulis: Annisa K
Foto: Annisa K

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle