Perjuangan Petugas Verifikasi Faktual Pengawasan ke 'Negeri di Atas Awan'
|
Muratara, Bawaslu Sumsel - Usai tahapan verifikasi faktual kepengurusan dan kantor partai politik, pengawasan dilanjutkan pada tahapan verifikasi Faktuak (Verfak) keanggotaan 19 Oktober - 4 November 2022.
Banyak cerita menarik yang dialami petugas Verfak di lapangan, mulai dari jalan rusak, keluar masuk hutan, naik turun bukit bahkan berjumpa binatang buas.
Seperti yang dialami Jumein, Staf Divisi Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Muratara yang ditugaskan melakukan Verfak di Kecamatan Ulu Rawas.
Untuk tiba di lokasi, Jumein harus melewati jalan terjal, hanya bisa diakses dengan sepeda motor dan sebagian harus jalan kaki mendaki Bukit. Bahkan sejumlah desa, mesti menggunakan perahu.
"Kondisi demografi desa yang menjadi kendala," ungkapnya kepada Komisioner Bawaslu Sumsel saat monitoring ke Muratara yang dihadiri Yenli Elmanofer , SE MSi (ketua) didampingi anggota Syamsul Alwi S.Sos, MSi, Kurniawan SPd dan Ahmad Naafi, SH MKN, (20/10/22).
Setelah sampai di lokasi yang berbatasan dengan hutan lindung ini, persoalan masih berlanjut. Rata-rata anggota Parpol yang hendak di verifikasi kasi tidak ada di rumah.
"Mereka bermalam di kebun, bahkan ada yang di hutan, mencari rotan, biasanya Pulang seminggu sekali, sholat Jumat dan saat bahan makanan habis," ungkapnya.
Kemudian saat hendak memasukkan data ke Sistem Informasi Partai Politik, sinyal internet tidak tersedia.
Internet hanya ada di kantor Kecamatan dan baru bisa digunakan saat sore hari. Itupun rebutan sinyal dengan masyarakat sekitar.
"Setiap sore warga berkumpul untuk mendapatkan sinyal internet. Karena banyak yang makai, jadi aksesnya lambat. Untuk mengirim satu pesan tulisan di WhatsappWhatsapp butuh waktu satu jam baru terkirim," jelasnya.
Sukurnya, masyarakat setempat sangat bersahabat dan menerima mereka dengan baik.
"Saya numpang menginap di rumah warga, orangnya baik. Perjalanan ke sini memang melelahkan, tapi melihat pemandangannya yang indah semua terbayar. Seperti berada di negeri di atas awan," katanya.
Sementara itu Kepala Anggota Bawaslu Kordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Syamsul Alwi S. Sos MSi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi terhadap perjuangan petugas Fervak di lapangan.
"Ini adalah wujud dari pengabdian dan perjuangan. Pihaknya juga akan mengevaluasi apa saja kendala yang terjadi di lapangan," singkatnya. (MWN)
[HUMAS BAWASLU SUMSEL]
Untuk tiba di lokasi, Jumein harus melewati jalan terjal, hanya bisa diakses dengan sepeda motor dan sebagian harus jalan kaki mendaki Bukit. Bahkan sejumlah desa, mesti menggunakan perahu.
"Kondisi demografi desa yang menjadi kendala," ungkapnya kepada Komisioner Bawaslu Sumsel saat monitoring ke Muratara yang dihadiri Yenli Elmanofer , SE MSi (ketua) didampingi anggota Syamsul Alwi S.Sos, MSi, Kurniawan SPd dan Ahmad Naafi, SH MKN, (20/10/22).
Setelah sampai di lokasi yang berbatasan dengan hutan lindung ini, persoalan masih berlanjut. Rata-rata anggota Parpol yang hendak di verifikasi kasi tidak ada di rumah.
"Mereka bermalam di kebun, bahkan ada yang di hutan, mencari rotan, biasanya Pulang seminggu sekali, sholat Jumat dan saat bahan makanan habis," ungkapnya.
Kemudian saat hendak memasukkan data ke Sistem Informasi Partai Politik, sinyal internet tidak tersedia.
Internet hanya ada di kantor Kecamatan dan baru bisa digunakan saat sore hari. Itupun rebutan sinyal dengan masyarakat sekitar.
"Setiap sore warga berkumpul untuk mendapatkan sinyal internet. Karena banyak yang makai, jadi aksesnya lambat. Untuk mengirim satu pesan tulisan di WhatsappWhatsapp butuh waktu satu jam baru terkirim," jelasnya.
Sukurnya, masyarakat setempat sangat bersahabat dan menerima mereka dengan baik.
"Saya numpang menginap di rumah warga, orangnya baik. Perjalanan ke sini memang melelahkan, tapi melihat pemandangannya yang indah semua terbayar. Seperti berada di negeri di atas awan," katanya.
Sementara itu Kepala Anggota Bawaslu Kordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Syamsul Alwi S. Sos MSi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi terhadap perjuangan petugas Fervak di lapangan.
"Ini adalah wujud dari pengabdian dan perjuangan. Pihaknya juga akan mengevaluasi apa saja kendala yang terjadi di lapangan," singkatnya. (MWN)
[HUMAS BAWASLU SUMSEL]